Mengenai Saya

Foto saya
IKADI Daerah Kaupaten Padang Pariaman adalah merupakan Organisasi Islam yang bergerak di bidang Dakwah, Pembinaan dan pendidikan Islam. sekretariat IKADI Padang Pariaman di Mesjid Baitul Makmur Kapalo Koto Kec.Nansabaris Padang Pariaman.

Selasa, 20 September 2011

Tips Ringan Menghafal Al-Qur'an



RABU, 14 SEPTEMBER 2011 ADMIN

Anda sedang dan ingin menghafalkan Al-Qur'an dengan baik, tapi bingung, merasa kesusahan? Belum lagi kalau menghafalnya itu seorang diri alias otodidak dan belum punya pembimbing? nih.. saya bagi pengalaman sedikit step by step:

1. Usahakan mushaf yang anda pegang adalah mushaf ayat-ayat pojok (yang setiap halamannya diakhiri ayat-ayat pojok, karena itu standar bagi para penghafal)

2. Cari tempat yang mendukung dan bisa mengkondisikan diri dan pikiran menjadi tenang dan fresh, misalnya mesjid, musholla, kamar dan tempat-tempat yang sepi dan sunyi.

3. Mulai dari ayat-ayat yang kira-kira paling mudah dihafal seperti juz Amma (juz 30), juz 29, 28 dst, lima juz terakhir lah, karena semua itu ayat-ayat nya masih pendek dan standar 'susah'. Sebab kalau itu sudah berhasil kita lewati Insya Allah semua surat akan lancar..

4. Sebelum ayat yang dimaksud anda hafal, usahakan dibaca berulang-ulang sampai lidah kita lancar membacanya, akrab dan berkali-kali terlintas di benak / memori. Yaah, misalnya setengah halaman (7 baris) dibaca 7-10 kali. jangan sekali-kali menghafal jika anda belum membacanya sama sekali..

5.Setelah itu baru mulai dihafal satu persatu ayat-ayatnya.

6. Nah di sini, anda akan tahu kadar dan kekuatan daya ingat anda..

7. Ingat!! hafalan yang anda hafal (misalnya pagi ba'da subuh) dengan baik, belum tentu masih akan anda ingat di sore harinya. Karena tabiat orang Indonesia (menurut banyak sumber he he, issu baik) itu 'cepet dapet dan cepet pula hilangnya'.

8. Kalau anda sudah hafal setengah halamannya, coba jeda sedikit dengan melakukan aktifitas lain yang ringan..

9. Selang beberapa menit, taruhlah setengah jam, anda baca lagi hafalan yang sudah dihafal setengah jam yang lalu biszhohril ghaib (tanpa melihat mushaf)

10. Jika anda masih bisa membacanya dengan baik, berarti kemampuan anda cukup bagus..next, coba anda selingi dengan jeda ditinggal barang 3 jam, 4 jam sampai setengah hari..Jangan tambah dulu hafalan anda..minimal sehari 3 baris..ya kalau kuat setengah halaman..

11. Lalu ulang lagi hafalan yang anda hafal di pagi hari..Apabila masih lancar, maka Insya Allah anda punya potensi menghafal lebih banyak lagi..

12. Remember! Bahwa hafalan baru bisa dibilang teruji kelancarannya bila ia sudah berjalan dengan rentang waktu yang cukup lama sesuai dengan tingkat review /muroja'ahnya. Semakin banyak anda mereview sebuah hafalan, maka akan semakin kuat pula hafalan itu..begitu pula sebaliknya..semakin jarang diulang, maka akan semakin mudah hafalan itu 'permisi' dari memori anda..

13. Perlu dilatih, metode ini: Ketika anda sudah yakin ayat-ayat yang anda hafal itu melekat dalam ingatan anda, coba deh meletakkan mushaf yang anda gunakan agak jauh dari posisi anda..Mis: kalau diawal anda memegang mushaf, coba sekarang letakkan ia 5 meter dari posisi anda, lalu 10 meter, and then 20 m dst. Apa gunanya? cara ini untuk menguji seberapa kuat hafalan anda saat mushaf tidak bersama anda..Sebab nantinya kalau sudah hafal dan mulai dipakai di banyak event, tentunya kita akan membacanya dengan hafalan (memorize) bukan dengan mushaf lagi. Berarti khan harus sudah siap everything..Tidak lagi bergantung pakai mushaf.

14. Lama-kelamaan anda akan teruji membacanya tanpa mushaf dan dengan PD, karena mushaf tidak selalu bersama anda saat anda sibuk dengan aktivitas lain..

15. Usahakan hafalan anda yang sudah matang dan lancar direview setiap saat, di manapun (tentunya tempat yang suci yaah) dan kapanpun. Lebih bagus kalau dibaca saat anda santai, ketika menunggu seseorang, menyendiri dll.

16. Saya sarankan anda menghafal dan memuroja'ahnya dengan rekan seperjuangan atau minta disimak sama orang yang anda percayai..

Itu saja dulu mungkin resep dari saya..nantikan kiat lainnya..

Selamat mencoba..semoga sukses Good luck..


HIDAYATULLAH
ngajiquranonline.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trining Motivasi & Muhasabah oleh IKADI Pd Pariaman dgn IKADI Riau

Trining Motivasi & Muhasabah oleh IKADI Pd Pariaman dgn IKADI Riau
Foto Bersama Dengan Majelis Guru MAS Persada Ulakan Tapakis seusai Trining

BEKAL IDL ADHA

Sekarang ini kita telah memasuki bulan Dzulhijah (dalam kalender hijriyah). Bulan Dzulhijah merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) disamping bulan Dzulqaidah, Muharam dan Rajab. Bulan Dzulhijah adalah bulan yang penuh dengan keutamaan dan kebaikan. Dan sungguh sayang apabila bulan ini dilewatkan begitu saja.

Dari Abî Bakrah radhiyallâhu ‘anhu, dari Nabî Shallâllâhu‘alaihi wa Sallam beliau bersabda : “Dua bulan yang tidak memiliki kekurangan, adalah bulan ‘îd Ramadhân dan Dzulhijah.” (Muttafaq ‘alaihi).

Berikut ini adalah kumpulan artikel berkaitan dengan hukum seputar bulan Dzulhijjah, Idul Adha, dan berkurban dari majalah AsySyariah Online bulan Dzulhijjah. Semoga bermanfaat.

1. Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Di dalam perjalanan hidup di dunia ini, kita akan menjumpai hari-hari yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan keutamaan di dalamnya. Yaitu dengan dilipatgandakannya balasan amalan dengan pahala yang berlipat, tidak seperti hari-hari biasanya. Di antara hari-hari tersebut adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah….

2. Takutkah Anda Berkorban? Maukah Anda Berjuang?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)

3. Sunnah yang Terabaikan Bagi Seseorang yang Mau Berqurban

Dari Ummu Salamah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada: ”Apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.”

4. Berqurban Sebagai Tanda Pengorbanan
“… Dan Kami panggillah dia: ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu,’ Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’.” (Ash-Shaffat: 100-109)

5. Tatacara Menyembelih Hewan Qurban

Membaca basmalah tatkala hendak menyembelih hewan. Dan ini merupakan syarat yang tidak bisa gugur baik karena sengaja, lupa, ataupun jahil (tidak tahu). Bila dia sengaja atau lupa atau tidak tahu sehingga tidak membaca basmalah ketika menyembelih, maka dianggap tidak sah dan hewan tersebut haram dimakan. Ini adalah pendapat yang rajih dari perbedaan pendapat yang ada.

6. Tempat Menyembelih Hewan Qurban

Yang masyhur dari perbuatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya adalah mereka menyembelih hewan qurban di tempat domisili mereka. Inilah sunnah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal tempat penyembelihan. Bahkan beliau punya kebiasaan menyembelih hewan qurban di tanah lapang tempat shalat Ied…

7. Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Awal waktu menyembelih hewan qurban adalah setelah shalat Ied secara langsung, tidak dipersyaratkan menunggu hingga selesai khutbah. Bila di sebuah tempat tidak terdapat pelaksanaan shalat Ied, maka waktunya diperkirakan dengan ukuran shalat Ied. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum waktunya maka diqadha pada waktunya bila qurbannya wajib karena nadzar….

8. Memilih Hewan Qurban

Perlu dipahami bahwa berqurban tidaklah sah kecuali dengan hewan ternak yaitu unta, sapi, atau kambing. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ِ“Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (Al-Hajj: 28)….

9. Qurban, Keutamaan dan Hukumnya

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (Al-Hajj: 36)

10. Mendulang Mutiara Hikmah dari Perjalanan Hidup Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

Kisah-kisah agung dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah peneguhan nyata akan tauhid. Ketaatan dan keimanan yang luar biasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mewujud pada tindakan yang niscaya akan teramat berat ditunaikan manusia pada umumnya. Sebuah keteladanan yang mesti kita tangkap dan nyalakan dalam kehidupan kita.

Acara Pemutaran Video Kristenisasi

Acara Pemutaran Video Kristenisasi
Acara ini telah kita lakukan sejak 1 bulan pasca gempa di kab. padang pariaman, di mesjid-mesjid dan sekolah-sekolah yang ada di kab. dan kota padang pariaman